Laman

SONIC the flash

SONIC the flash
yang ingin mencari lagu silahkan klik aja gratis ko

Senin, 21 Maret 2011

Sejarah Perusahaan Penerbit CV. ALFABETA


CV. ALFABETA berdiri sejak tanggal 7 Juli 1992 dengan
berdasarkan akte notaris/Surat izin no 2192-412/10-25/DK/IX/2000
tanggal 21 September 2000. Nama ALFABETA diambil dari kata
alphabet yang memiliki makna huruf untuk membaca.
Salah satu cara untuk memenuhi persyaratan sebagai
perusahaan penerbit yaitu pajak izin usaha yang sesuai dengan
ketentuan UU No.6 tahun 1983 mengenai ketentuan umum tata cara
perpajakan yang telah diubah dengan UU No.9 tahun 1994, beserta
peraturan pelaksanaan, maka CV. ALFABETA berdasarkan akte
notaris/surat izin no 2192-412/10-25/DK/IX/2000 tanggal 21
September 2000 ditetapkan sebagai perusahaan penerbit.
Selanjutnya perusahaan dapat dibilang penerbit harus memiliki
tenaga kerja yang sesuai dengan kopentensi yang dimilikinya,
disamping izin usaha oleh pemerintah.
CV. ALFABETA merupakan salah satu perusahaan yang
bergerak dibidang percetakan dan penerbitan. Awalnya perusahaan
ini hanya bergerak dibidang penerbitan selama empat tahun. Dan
pada tahun 1996 CV. ALFABETA ini mulai memproduksi/mencetak
buku-bukunya sendiri. Pada awalnya buku yang diterbitkan buku
pelajaran sekolah dan hanya diterbitkan untuk wilayah dijawa barat.
Dikarenakan tingginya persaingan dalam menerbitkan buku
pelajaran maka CV. ALFABETA pun beralih ke buku umum dengan
spesifikasi perguruan tinggi. Seiring dengan perkembangannya
target pasarnya pun meluas hingga seluruh wilayah di  Indonesia.CV. ALFABETA mendapatkan order dengan cara menawarkan
lansung ke instansi dan jarang mengikuti tander. Untuk menangani
kendala yang dimiliki yaitu keterbatasan mesin produksi, untuk
menjaga CV. ALFABETA tetap exist maka buku-buku yang
diterbitkan merupakan buku yang belum ada dipasar dan masih sulit
untuk diperoleh dari penerbit-penerbit yang lain.
Sedangkan Visi dan Misi dari perusahaan CV. ALFABETA adalah
sebagai berikut:
Visi :  “Menjadi penerbit yang paling terkemuka di Indonesia.”
Misi :   Membuat buku yang sulit untuk didapat.
:   Membuat buku yang sangat berkualitas untuk mahasiswa
dengan              harga   terjangkau sehingga tidak mudah
untuk di bajak.
2.1.1.  Logo Perusahaan
Gbr III.1 Logo Perusahaan CV. ALFABETA
Penjelasan singkat logo :
• Buku berwana putih melambangkan bidang usaha
yang ditekuni CV.ALFABETA.
• Insial AB berwarna putih melambangkan nama
perusahaan.• ALFABETA berwarna putih yang merupakan warna
yang paling terang, melambangkan cahaya. Hal ini
menggambarkan keinginan CV. ALFABETA untuk
menjadi penerbitan yang paling terdepan.
• Merah berarti bersifat menaklukan, ekspansif (meluas),
dominan (berkuasa), aktif dan vital (hidup) menunjukan
visi perusahaan yang ingin menjadi penerbit buku
terkemuka di Indonesia, meluas dan tetap exist.
• Biru merupakan warna yang menimbulkan sesuatu
kesan didalamnya, sifat yang tak terhingga dan
transeden, disamping itu juga memiliki sifat tantangan
yang artinya CV. ALFABETA siap menghadapi
tantangan di masa yang akan datang.
Tipografi yang di gunakan adalah jenis sans serif yang
bernama umbrella. Jenis Sans Serif adalah tanpa sirip/serif,
jadi jenis huruf ini tidak memiliki sirip pada ujung hurufnya
dan jenis huruf ini memiliki ketebalan huruf yang sama.
Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern,
kontemporer dan efisien.
2.2. Profil Perusahaan
Nama Perusahaan : CV. ALFABETA
Alamat : JL.Gegerkalong Hilir No 84/Sukasari
   BANDUNG.
Telepon : (022) 2008822
Fax : (022) 2020373
E-mail : alfabetabdg@yahoo.co.id2.2.1. Bidang Perusahaan
Dalam kegiatan perusahaan yang harus diperhatikan adalah
kuailitas produk, date line yang tepat waktu serta harga produk.
Salah satu proses kegiatan perusahaan yang terlebih dahulu adalah
proses pendapatan proyek, berikut proses pendapatan proyek
beserta langkah-langkahnya:
2.2.1.1.  Tender
Tender adalah proses perolehan proyek dengan cara
bersaing dengan perusahaan lain yang ikut serta dalam
proyek. Biasanya berisikan pengajuan biaya dan
pertanggung jawaban hasil serta penjabaran proses kerja
perusahaan.
Langkah-langkah:
• Perusahaan harus mendaftarkan diri sebagai peseta
proyek dengan melampirkan profil perusahaan.
• Perusahaan mengundang tim observasi perusahaan.
• Perusahaan mengutus orang untuk mengikuti tender
penawaran harga.
2.2.1.2.  Proyek Langsung
Yaitu proyek yang didapat dari klien yang datang sendiri
memberikan proyek ke perusahaan CV. ALFABETA.
Langkahnya:
Dalam kasus ini perusahaan biasa mengajukan penawaran
harga secara tertulis maupun lisan sesuai kebijakan pemberi
proyek.
2.2.2. Bentuk Badan Hukum Perusahaan
Suatu perusahaan penerbit memiliki hak-hak yang kuat dalam
menentukan kebijakan dalam struktur organisasi maupun prosespelaksanaan kerja proyek. Dalam struktur organisasi perusahaan
berhak menentukan kebijakan seperti:
• Gaji karyawan sesuai dengan bobot pekerjaan tanpa
mengurangi batas UMR yang telah ditentukan oleh
pemerintah.
• Perusahaan memiliki kekuatan-kekuatan hukum yang
melindungi kegiatan perusahaan dalam izin industri,
kebijakan terhadap pelaksanaan proyek.
Struktur pelaksanaan kerja proyek yang akan ditandatangani
memiliki tata pelaksanaan sebagai berikut :
• Company profil yaitu surat berisikan profil perusahaan dan
hasil proyek serta kerja yang pernah dilaksanakan.
• Proposal penagihan yang berisikan system pembayaran yang
telah disepakati.
• Surat penawaran harga berisikan data rincian kalkulasi harga
sesuai proyek yang ditawarkan.
Adapun beberapa surat penyampaian dalam prosedur kerja lainnya
yang mempunyai kekeuatan hokum yang kuat :
• Perusahaan diwajibkan membayar pajak.
• Dan menggaji karyawan sesuai UMR dan bobot kerja yang
dikerjakan.
2.2.3. Struktur Organisasi
Struktur Organisasi perusahaan merupakan suatu kerangka
kerja yang berfungsi sebagai salah satu alat bantu bagian
manajemen dalam mencapai tujuan sebuah perusahaan secara
efektif dan efesien. Apabila suatu perusahaan tidak mempunyai
progam tata kerja yang baik,  maka secara spikologis perusahaantersebut itdak akan berkembang sesuai dengan yang diinginan dan
bahkan perusahaan akan mengalami kerugian yang cukup besar.
Adapun susunan struktur kepegawaian CV. ALFABETA sebagai
berikut:
Gbr II.2 Tabel Struktur Organisasi
2.2.4. Jenis Pekerjaan/Layanan yang diterima Oleh Perusahaan
Jenis layanan yang diterima oleh perusahaan bagi klien
selain mendesain sebuah cover buku, perusahaan ini pun dapat
mendesain media-media lain  seperti membuat brosur dan kartu
undangan.
2.2.5. Klien dan Pekerjaan yang diterima Oleh Perusahaan
Pekerjaan perusahaan yang di kerjakan untuk klien harus
sesuai dengan kesan, tema yang tentukan oleh klien. Dan yang
terpenting latar belakang si klien. Contoh pekerjaan yang diterima
oleh perusahaan  adalah membuat cover buku.

Cara Membuat Struktur Organisasi yang Efektif

Perusahaan sering kacau karena struk-turnya semrawut. Alur perintah dan tang-gung jawab tidak jelas. Usaha pun lantas terhambat. Permasalahannya? Boleh jadi sistem kendalinya lemah.
Banyak perusahaan yang tidak efektif bu-kan karena kondisi eksternal tetapi lan-taran struktur organisasinya kurang kokoh. Struktur ini hendaknya mencerminkan apa yang menjadi sasaran perusahaan, dan efisiensi pelaksanaan fungsi hendaknya menjadi patokan utama.
Efisiensi ini bisa dicapai bila perintah dan pe-nugasan oleh eselon manajer dapat segera dilak-sanakan oleh bawahan, dengan proses antara seminim mungkin. Pengarahan, briefing, dan instruksi hendaknya serba ringkas. Apa yang menjadi tanggung jawab bawahan pun hendaknya selalu jelas.
(Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang management skill, strategi bisnis dan leadership skills, silakan KLIK DISINI ).
“Kemacetan” dalam jalannya organisasi kerap terjadi lantaran struktur yang menggambarkan jalur komando antara atasan dengan bawah¬an tidak seimbang. Ini bisa terjadi bila manajer harus mengawasi terlalu banyak atau terlalu sedikit bawahan. Jadi, persoalannya, adalah dalam hal rentang kendali (span of control).
Pengawasan terhadap anak buah memang utama dalam mengelola organisasi karena manajer mempunyai fungsi “actuating”, yakni memunculkan gerakan atau pelaksanaan. Tak dapat dibantah bahwa pada dasarnya merekalah yang menggerakkan perusahaan secara langsung.
Kerapkali kita menemui atasan yang “kebanjiran” urusan. Begitu banyak permasalahan yang lewat meja dia, dalam arti butuh penanganan olehnya. Entah itu sekedar atas sepengetahuannya, atau butuh pendapatnya, atau malah perlu restu (approval) yang harus dipertanggungjawabkan olehnya. Apa pun, gejala seperti ini kira-kira disebabkan oleh struktur yang tidak seim¬bang. Terlalu banyak bawahan yang melapor langsung padanya.
Keadaan ini memang memungkinkan atasan memperoleh informasi dari lebih banyak orang, sehingga sepertinya ia punya gambaran yang le¬bih menyeluruh tentang segala kejadian dalam perusahaan. Tetapi, perlu ditanya, apakah seorang manajer perlu mendapat laporan langsung dari 12-15 bawahan di mana masing-masing pu¬nya pekerjaan yang saling berbeda. Dengan kondisi seperti ini, manajer lantas mempunyai ren¬tang kendali yang terlalu luas. Konsekuensinya, kontrol terhadap tiap aktivitas yang diawasinya pun menjadi lebih sedikit.
Keadaan sebaliknya dapat terjadi dan juga menyebabkan roda perusahaan “macet”. Rentang kendali terlalu sempit, struktur menjadi tinggi. Artinya, sedikit saja bawahan yang bisa lapor langsung sama si bos. Laporan dari bawahan pun terpaksa melewati beberapa jenjang karena banyaknya lapisan antara pelaksana dengan pimpinan. Ini bisa membuat manajer menjadi terisolasi dari bawahan yang melaksanakan tugas-tugas spesifik. Perkembangan pelaksanaan pun tak bisa diawasi secara langsung.
Bahaya yang lebih besar dalam situasi seperti ini terdapat dalam tahap implementasi. Karena banyak lapisan yang harus dilewati antara instruksi dengan pelaksanaan maka boleh jadi keputusan dan kebijaksanaan malah dibuat di tingkat-tingkat yang berbeda. Jika pembuatan keputusan/kebijaksanaan ini sesuai dengan pengarahan dari pimpinan, mungkin tidak apa-apa. Hanya, dalam segala perumusan yang menyangkut penugasan, maka faktor salan tafsir bisa saja muncul, yang tentunya bisa melencengkan pelaksanaan dari tujuan semula.
(Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang management skill, strategi bisnis dan leadership skills, silakan KLIK DISINI ).
Struktur yang berlapis-lapis memang diperlu-kan agar beban kerja bisa didistribusikan secara efisien dan sistematis. Namun struktur yang kelewat tinggi dalam arti terlalu hirarkis me¬nyebabkan birokrasi tak lagi rasional. Terlalu banyak paperworkrang beredar dari satu meja ke meja lain sebelum ada pelaksanaan konkrit. Demikian pula laporan dari bawah lamban sekali mencapai tingkat yang sebenarnya harus me-nanggapi. Organisasi lantas sulit bereaksi terha¬dap berbagai situasi menantang. la stagnan dan tidak adaptif. Efisiensi dan efektivitasnya rendah.
Ada kemungkinan gejala yang sama terjadi di perusahaan Anda. Bila demikian keadaannya, maka yang perlu dilakukan adalah mengkaji ulang dan menilai kembali efektivitas struktur yang ada. Tanyakan, sejauh apa struktur dan komponen-komponennya dari segi fungsi telah merijawab tuntutan misi dan tujuan perusahaan? Apakah sekian banyak jabatan yang ada proporsional dengan beban kerja yang benar-benar ada dan perlu ditangani?
Apakah pembagian tugas, yang tercermin dalam job description, sudah jelas dan tidak tumpang tindih? Apakah arus informasi vertikal (atas-bawah) ataupun horizontal efisien? Atau terpaksa mentok ke mana-mana? Bagaimana dengan masalah tanggung jawab? Jelaskah siapa yang bertanggung jawab atas apa?
Pertanyaan-pertanyaau yang sifatnya umum di atas sekedar untuk memperoleh gambaran kasar mengenai kondisi suatu perusahaan. Namun, bila dari situ saja sudah terdapat banyak jawaban negatif, maka kiranya sudah waktunya dilakukan review yang lebih sistematis dan mendetail.
Yang harus selalu menjadi pedoman: struktur harus melayani kepentingan organisasi. Struktur itu harus terbentuk dan berkembang untuk dan demi tujuan perusahaan maupun sasaran-sasar-an spesifiknya. Boleh saja ia, struktur, diatur berdasar fungsi. Bisa juga berdasarkan wilayah operasi. Atau, kalau memang itu tuntutannya, berdasarkan proyek atau pekerjaan tertentu. Apa pun, struktur itu harus efisien dalam proses dan efektif dalam hasil.
Jika struktur perusahaan Anda sekarang tidak begitu, dalam arti lamban dan tidak tanggap, mau tak mau harus dilakukan tindakan drastis. Jangan segan untuk reorganisasi atau restrukturisasi. (Tentu atas dasar studi yang intensif dan dapat diandalkan.) Memang, itu bisa tidak nyaman, tak ubahnya minum obat yang pahit. Toh itu demi kesehatan, dan kelangsungan usaha.

Senin, 14 Maret 2011

TIPE ATAU BENTUK ORGANISASI

Terdapat beragam jenis struktur organisasi yang bisa didesain. Tulisan dibawah ini akan menggambarkan beberapa jenis struktur, disertai dengan kekuatan serta keterbatasan dari setiap jenis. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang struktur organisasi dan HR management, silakan KLIK DISINI ).
Tipe Struktur Fungsional
Mendesain struktur berdasar fungsi-fungsi yang ada dalam suatu organisasi/divisi/sub divisi. Misal fungsi niaga, fungsi SDM dan fungsi teknik. Tipe ini memiliki kelebihan seperti berikut.
• Mempromosikan ketrampilan yang terspesialisasi
• Mengurangi duplikasi penggunaan sumber daya yang terbatas
• Memberikan kesempatan karir bagi para tenaga ahli spesialis
Dan tipe fungsional ini relevan untuk situasi seperti berikut:
• Lingkungan stabil
• Tugas bersifat rutin dan tidak banyak perubahan terjadi
• Mengutamakan efisiensi dan kapabilitas fungsional
Namun tipe fungsional juga memiliki sejumlah keterbatasan, seperti :
• Menekankan pada rutinitas tugas — kurang memperhatikan aspek strategis jangka panjang
• Menumbuhkan perspektif fungsional yang sempit
• Mengurangi komunikasi dan koordinasi antar fungsi
• Menumbuhkan ketergantungan antar-fungsi — dan kadang membuat koordinasi dan kesesuaian jadwal kerja menjadi sulit dilakukan
Tipe Output-based Structure
Mendesain struktur berdasar output/produk yang dihasilkan oleh unit/bagian organisasi yang bersangkutan.
Kelebihan
• Mendorong akuntabilitas yang lebih besar terhadap hasil akhir (output yang dihasilkan)
• Memungkinkan terjadinya diversifikasi ketrampilan (cross functional skills)
• Koordinasi antar fungsi didalam tiap posisi menjadi lebih mudah
Relevan untuk Situasi:
• Lingkungan tidak stabil
• Ukuran organisasi relatif besar
• Mengutamakan spesialisasi produk/output dan inovasi
Kekurangan
• Berpeluang menggunakan ketrampilan dan sumber daya secara tidak efisien
• Menuntut adanya ‘multiple role’ pada para karyawan sehingga dapat menimbulkan work stress
• Hanya terpaku pada satu produk tertentu (output)
Tipe Struktur Matriks
Mendesain struktur berdasar kombinasi antara tipe fungsional dan tipe output-based.
Kelebihan
• Mendorong penggunaan orang secara fleksibel
• Mengoptimalkan penggunaan sumber daya keahlian yang dimiliki
• Menumbuhkan koordinasi dan integrasi yang kohesif
Relevan untuk Situasi:
• Dorongan untuk mendistribusikan dan membagi sumber daya/kapabilitas
• Fokus pada dual perspectives : keahlian fungsional dan keandalan output
Kekurangan
• Berpeluang menumbuhkan role ambiguity
• Tanpa keseimbangan wewenang antara manajer fungsional dengan output-based coordinator, kinerja akan terganggu
• Memberi kesempatan bagi inkonsistensi permintaan antara fungsional dan output-based people.
Process-based Structure
Mendesain struktur berdasar proses inti yang dilakukan oleh organisasi. Tipe ini lebih menekankan pada relasi lateral dibanding relasi vertikal.
Beberapa Ciri Process-based Structure:
• Struktur ini didesain berdasar tiga hingga enam core process yang dimiliki oleh suatu unit/sub unit organisasi. Struktur tidak didasarkan pada fungsi ataupun output, tapi pada proses.
• Fokus pada tugas/aktivitas yang menciptakan value. Tugas/aktivitas disimplifikasikan dengan cara mengeliminasi tugas-tugas yang non-esensial dan mengurangi tangga hirarki.
• Dalam tipe ini, tim bersifat fundamental. Tim yang bersifat otonom bertanggungjawab untuk mendesain rencana dan mengeksekusinya hingga tuntas.
• Anggota tim memiliki multiple skills
Kelebihan
• Menumbuhkan efisiensi dan speed dalam penyelesaian tugas/pekerjaan
• Mengurangi garis pemisah antar departemen
• Meningkatkan kemampuan untuk melihat total wok flow
• Mengembangkan keterlibatan karyawan
• Mengurangi cost karena less overhead structure
Relevan untuk Situasi:
• Lingkungan organisasi yang selalu berubah
• Memiliki banyak projek yang tidak bersifat rutin
Kekurangan
• Membutuhkan ketrampilan baru untuk mengelola relasi lateral
• Membuka peluang untuk melakukan duplikasi sumber daya dan menciptakan role ambiguity
• Membutuhkan perubahan command-and-control mindset
• Mungkin membutuhkan waktu lama untuk mengambil keputusan secara tim
• Berpeluang tidak efektif jika prosesnya salah diidentifikasi
MACAM-MACAM ORGANISASI & SKEMA ORGANISASI
Berdasarkan proses pembentukanya:
• Organisasi Formal
Organisasi yang dibentuk secara sadar dan dengan tujuan-tujuan tertentu diatur dengan ketentuan-ketentuan formal baik dalam anggaran dasar maupun anggaran rumah tangga, kegiatan atau hubungan yang terjadi adalah hubungan jabatan sebagaimana diatur dalam ketentuan tertulis
• Organisasi Informal
Terbentuk tanpa disadari sepenuhnya, tujuan tidak jelas, anggaran dasar serta anggaran rumah tangga tidak ada, hubungan terjalin secara pribadi
Berdasarkan Kaitan Hubungan dengan Pemerintah:
• Organisasi Resmi, Organisasi yang di bentuk dengan pemerintah dan atau harus terdaftar dalam lembaran Negara.
• Organisasi Tidak Resmi, Organisasi yang tidak ada hubunganya dengan pemerintah dan atau tidak terdaftar dalam lembaran Negara
Berdasarkan Skalanya:
a. Organisasi besar
b. Organisasi sedang
c. Organisasi kecil
Berdasarkan tujuannya:
• Organisasi Sosial, Organisasi yang tujuan utamanya memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa memperhitungkan untung rugi
• Organisasi Perusahaan, Organisasi yang didirikan dengan tujuan komersil atau mencari keuntungan
Berdasarkan bagan organisasi:
a. Segitiga Vertikal
b. Segitiga Horosontal
c. Kerucut Vertikal Horisontal
d. Lingkaran
e. Setengah lingkaran
f. Oval
Berdasarkan Tipe atau bentuknya:
Dalam perkembangan untuk saat ini pada pokoknya ada 6 bentuk organisasi yang perlu diperhatikan. Bentuk organisasi tersebut adalah:
a. ORGANISASI LINI (LINE ORGANIZATION)
Diciptakan oleh Henry Fayol, Organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan, sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang terendah, antara eselon satu dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil. Contohnya; Perbengkelan, Kedai Nasi, Warteg, Rukun tetangga
Ciri-ciri:
• Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung dengan satu garis wewenang
• Jumlah karyawan sedikit
• Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi
• Belum terdapat spesialisasi
• Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan
b. ORGANISASI LINI DAN STAF (LINE AND STAFF ORG)
Merupakan kombinasi dari organisasi lini, asaz komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff berperan memberi masukan, bantuan pikiranm saran-saran, data informasi yang dibutuhkan:
Ciri-ciri:
 Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat langsung
§
 Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu staff
§
 Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu lini dan staff
§
 Jumlah karyawan banyak
§
 Organisasi besar, bersifat komplek
§
 Adanya spesialisasi
§
c. ORGANISASI FUNGSIONAL (FUNCTIONAL ORG)
Diciptakan oleh Frederick W. Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan, masalah pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi perhatian yang sungguh-sungguh.
Ciri-ciri:
 Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan
©
 Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan
©
 Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis
©
 Target-target jelas dan pasti
©
 Pengawasan ketat
©
 Penempatan jabatan berdasarkan spesialisasi
©
d. ORGANISASI LINI & FUNGSIONAL (LINE & FUNCTIONAL ORG)
Suatu bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada perkepala unit dibawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional yang melaksanakan bidang pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada kepala unit terdahulu tanpa memandang eselon atau tingkatan.
Ciri-ciri:
 Tidak tampak adanya perbedaan tugas-tugas pokok dan tugas-tugas yang bersifat bantuan.
ª
 Terdapat spesialisasi yang maksimal
ª
 Tidak ditonjolkan perbedaan tingkatan dalam pemabagian kerja
ª
e. ORGANISASI LINI, FUNGSIONAL DAN STAF (LINE, FUNCTIONAL AND STAFF ORG)
Organisasi ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari organisasi berbentuk lini dan fungsional.
Ciri-ciri:
 Organisasi besar dan kadang sangat ruwet
©
 Jumlah karyawan banyak.
©
 Mempunyai 3 unsur karyawan pokok:
©
 Karyawan dengan tugas pokok (line personal)
˜
 Karyawan dengan tugas bantuan (staff personal)
˜
 Karyawan dengan tugas operasional fungsional (functional group)
˜
f. ORGANISASI KOMITE (COMMITE ORG)
Suatu organisasi dimana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu lainnya dilaksakan secara kolektif.
Ciri-ciri:
 Adanya dewan dimana anggota bertindak secara kolektif
Ž
 Adanya hak, wewenang dan tanggung jawab sama dari masing-masing anggota dewan.
Ž
 Asas musyawarah sangat ditonjolkan
Ž
 Organisasinya besar
Ž & Struktur tidak sederhana
 Biasannya bergerak dibidang perbankan, asuransi, niaga.
Ž
2. SKEMA ORGANISASI
Skema atau bagan organisasi adalah suatu lukisan yang dimaksudkan untuk menggambarkan susunan organisasi baik mengenai fungsi, bidang, tingkatan maupun rentang kendalinya.
Macam-macam Skema Organisasi:
 Berdasarkan teknik atau cara membuatnya:
ö
 Skema organisasi Tegak Lurus dari atas kebawah
Ž
 Skema organisasi Mendatar dari kiri kekanan
Ž
 Skema organisasi gabungan Tegak Lurus dan Mendatar
Ž
 Skema Organisasi Lingkaran
Ž
 Skema Organisasi Gambar
Ž
 Berdasarkan isi atau fungsi didalamnya:ö
 Skema Organisasi Fungsional:
Ž
Menjelaskan tentang letak dari fungsi-fungsi tugas dalam hubungannya dengan fungsi-funsi yang lain.
 Skema Organisasi Jabatan
Ž
Menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan jabatan masing-masing.
 Skema Organisasi Nama
Ž
Menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan nama-nama para pejabat yang bersangkutan.
 Skema Organisasi Nama dan Jabatan
Ž
Menggabungkan antara masing-masing jabatan dengan masing-masing nama para pejabat dalam suatu organisasi.
 Skema Organisasi Struktur
Ž
Menjelaskan tingkatan jenjang antara unit-unit dalam organisasi tersebut.

images.jpg

PENGERTIAN ORGANISASI

Hal yang berbeda antara organisasi dan manajemen adalah organisasi sebagai alat atau wadah sekelompok orang dalam mencapai tujuan tertentu, sedangkan manajemen lebih mengarah kepada pengaturan atau pengelolaan untuk mencapai tujuan tersebut, adapun persamaan dari organisasi dan manajemen ialah sama-sama memiliki sasaran dan tujuan tertentu yang ingin dicapai.
Hubungan Organisasi, Administrasi dan Manajemen
Ada beberapa orang yang beranggapan bahwa sesungguhnya administrasi dan manajemen adalah sama, hanya saja istilah administrasi digunakan pada badan / organisasi pemerintah, sedangkan istilah manajemen dipergunakan untuk organisasi swasta. Administrator sama artinya dengan manajer, tetapi organisasi untuk pemerintah. Hal ini dapat dilihat pada penggunaan istilah manajer untuk perusahaan swasta yaitu diantaranya manajer pemasaran, manajer pembelian dan lain-lain. Serta kepala bagian administrasi keuangan, kepala bagian administrasi kepegawaian dan lain-lain. Jadi dapat disimpulkan bahwa hubungan antara administrasi organisasi dan manajemen adalah sebagai berikut :
1. Kepemimpinan merupakan arti dari manajemen
2. Melalui manajemen semua kegiatan di koordinir dan diarahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi.
3. Administrasi merupakan suatu kegiatan pelayanan, termasuk di dalam kegiatan administrasi adalah kegiatan pengelolaan atau manajemen administrasi dapat dilaksanakan di dalam atau diluar organisasi (formal).
4. Organisasi (formal) merupakan tempat dilaksanakannya kegiatan administrasi. 


Adapun ciri-ciri dari organisasi adalah
- Adanya komponen ( atasan dan bawahan)
- Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)
- Adanya tujuan
- Adanya sasaran
- Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
- Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas

Menyangkut hal itu pengertian organisasi juga merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.